Minggu, 27 November 2011

Laporan Hasil Pengamatan Hewan-hewan Avertebrata

      Baiklah minna  posting lagi posting lagi xD tapi seperti  biasa gambarnya tidak ada (Maaf ya T.T)  tidak apa apa juga sih soalnya ini laporan pengamatan saat pergi ke laut , jadi gambarnya harus gambar kalian sendiri ^^v Ok jangan lupa comment ya >///< *ngarep*
   



                                                                 BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang


Ilmu bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Yang dibahas dalam ilmu biologi tidak lain adalah yang masih berkaitan dengan makhluk hidup, seperti zat yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta berbagai hal mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Yunani yang kita sebut juga sebagai bapak perintis biologi.
Ilmu Biologi sangat berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Biologi banyak digunakan untuk berbagai bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan lain sebagainya.
Di dalam ilmu Biologi kita mempelajari tentang makhluk hidup yang terdiri atas manusia, hewan, dan tumbuhan. Di dalam pelajaran Biologi kita akan membahas masing-masing makhluk hidup secara khusus, contohnya seperti yang saya dan teman-teman pelajari saat ini, yaitu mengenai Kingdom Animalia atau  Dunia Hewan.  Pembagian Semua jenis Animalia atau hewan didasarkan pada cirri-ciri umumnya yaitu ada tidaknya tulang belakang. Hewan yang tidak memiliki tulang belakang disebut hewan Avertebrata sedangkan hewan yhang menpunyai tulang belakang disebut hewan Veterbrata..
Pada saat melakukan Observasi Ke pantai seminggu yang lalu yaitu di Pantai Purirano, kami dan teman-teman menemukan banyak jenis hewan-hewan Invertebrata  di sana. Setelah melakukan observasi tersebut kami kemudian disuruh membuat laporan mengenai hewan-hewan Avertebrata apa saja yang hidup disana dan bagaimana cirri-cirinya. Melalui Makalah sekaligus laporan inilah kami membahas hasil observasi kami mengenai identifikasi hewan Avertebrata.




B.    Permasalahan

1.      Hewan-hewan Avertebrata apa sajakah yang dapat kita temukan dilaut ataupun pesisir pantai ?
2.      Bagaimana ciri-ciri morfologi dari setiap spesies Avertebrata  yang dapat ditemukan di daerah pesisir pantai ataupun di laut ?
3.      Apa peranan dari masing-masing hewan Avertebrata  yang dapat ditemukan di daerah pesisir pantai ataupun di laut ?


C.     Tujuan Pengamatan

1.      Mengetahui hewan-hewan avertebrata yang hidup dilaut pada umumnya secara nyata
2.      Mempelajari  keanekaragaman makhluk hidup yang hidup didaerah pasang surut
3.      Mengetahui cirri-ciri tubuh (Morfologi) setiap spesies Avertebrata
4.      Mengetahui cara kerja atau prosedur dalam penelitian ilmiah. Serta mengembangkan berbagai alternative pengajaran biologi.
5.      Mengetahui peranan dari masing-masing filum yang termasuk dalam hewan Avertebrata yang dapat ditemukan di laut ataupun di pesisir pantai
                                                                                           

D.    Manfaat Pengamatan

1.      Dapat mengetahui hewan-hewan avertebrata yang hidup dilaut (pesisir pantai)
2.      Dapat mengetahui  Keanekaragaman makhluk hidup  didaerah pasang surut
3.      Dapat mengetahui ciri-ciri morgologi yang terdapat pada setiap spesies Avertebrata
4.      Dapat mengetahui cara kerja atau prosedur dalam penelitian ilmiah.
5.      Dapat mengetahui Peranan dari masing-masing filum yang termasuk dalam hewan Avertebrata




                                                                BAB II
KAJIAN TEORI

A.      Klasifikasi Hewan Animalia


a) Kingdom adalah taksonomi yang paling tinggi dalam makhluk hidup dalam dunia hewan dimasukkan dalam Kingdom Animalia

b) Filum adalah taksonomi makhluk hidup dengan pengelompokan berdasar paersamaan cirri yang kemudian di masukkan dalam persamaan cirri.

c) Kelas adalah tingkat taksonomi yang lebih rendah dari pada filum, di mana apabila filum memilki cirri yang sama maka akan di masukan dalam kelas.

d) Ordo apabila tingkat taksonomi yang lebih rendah dari kelas di mana dalam penamaannya tidak memiliki akhiran

e) Famili adalah taksonomi yang mencakup sejumlah genus dengan spesies yang di anggap berasal dari nenek moyang yang sama. Dimana dalam penamaannya family di beri akhiran berupa idae.

f) Marga adalah takson yang mencakup sejumlah species yang menunjukan persamaan dalam sitruktur alat reproduksi. Dimana dalam penulisannya terdiri atas satu kata dari kata apa saja kemudian huruf awalnya di beri huruf capital.

g) Species adalah populasi yang setiap individunya memiliki persamaan sifat morfologi, anatomi, maupun fisiologi yang di turunkan kepada generasi nya ketika melakukan perkawinan antara sesame. Di dalam penamaannya spesies terdiri atas 2 kata, yaitu kata pertama menggunakan genus dengan huruf awal menggunakan huruf kapital sedangkan kata kedua menunjukan spesies yang tidak di awali dengan huruf capital.

B. Filum – Filum hewan Animalia

- Filum Avetebrata

a) Filum porifera adalah hewan yang mempunyai pori

b) Filum Coelenterata adalah hewan yang mempunyai rongga

c) Filum Platyheminthes adalah hewan yang mempunyai rongga dengan bentuk yang pipih seperti daun atau pipa

d) Filum Nemathelminthes adalah hewan yang mempunyai bentuk tubuh seperti benang

e) Filum Annelida adalah hewan yang mempunyai tubuh seperti gelang

f) Filum Mollusca adalah hewan yang mempunyai tubuh lunak

g) Filum Echinodermata adalah hewan yang mempunyai duri pada kulitnya

h) Filum Arthopoda adalah hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas





























                                                                          BAB  III
METODOLOGI PENGAMATAN


A.    Bahan dan Alat

1.        Alat
*       Termometer
*      Kertas Koran
*      Kantong plastic
*      Toples
*      Alat tulis menulis
*      Buku sumber Biologi
*      Penjepit
*      Ember

2.       Bahan :
*      Alkohol 70 %
*      Aquades
*      Formalin

B.    Prosedur  Kerja

1.       Tentukanlah lokasi penelitian
2.       Lakukan Pengukuran suhu, kelembaban , PH, hasil pengukuran di catat
3.        Laksanakan tugas pengumpulan hewan setiap kelompok sesuai arahan guru . Perhatikan mungkin ada hewan yang terbenam di pasir.
4.       Setelah kegiatan pengumpulan bawalah hewn-hewan tersebut ketempat yang teduh ,bentangkan kertas Koran, kemudian tebarkan hewna yang  kamu temukan di atas Koran tersebut.
5.       Amatialh cirri-ciri morfologinya. Setipa spesies catatlah pada lembar pengamatan yang telah dipersiapkan.
6.       Diskusikan kepada sesame temanmu atau minta petunjuk Bapak/ Ibu guru pembimbing.
7.       Selama kegiatan identifikasi diusahakan   agar hewn-hewan tersebut tetap dalam keadaan hidup. Setelah kegiatan identifikasi selesai ,pilihlah beberapa hewan untuk diawetkan. Mintalah bimbingan dari bapk/ibu guru pembimbing.
8.       Hewan –hewn yang tidak dibutuhkan lagi agar dikembalikan ke habitat aslinya. Jangan meninggalkan hewan-hewan tersebut dipasir hingga mati dan membusuk.




C.     Tabel Pengamatan

                                                     TABEL PENGAMATAN
                                                      KELOMPOK : 6


No
    Nma Hewan
Ciri-Ciri Morfologi
Jumlah yang ditemukan
Hal lain
Jenis/Kelas/Filum
Letak mulut
Anus
Keadaan kulit
Jumlah alat gerak
Bentuk tubuh

1
Bintang laut (Asteria Forbesi), Kelas Asteroidea, Filum Echinodermata
Terletak pada bagian ventral (Permukaan Oral)
Terletak pada bagian dorsal (Permukaan adoral)  
Memiliki kulit yang berduri
Tak terhingga ,bergerak dengan menggunakan kaki pembuluh (kaki amburaklar)
Berbentuk bintang
5

2.
Bulu babi, Kelas Echinoidea, Filum Echinodermata
Terletak pada permukaan oral
Terdapat pada permukaan adoral
Seluruh tubuhnya berkulit duri seperti landak
Tak terhingga, bergerak dengan menggunakan sistem amburaklar
 Berbentuk bola yang dipenuhi dengan duri
2

3.
Bunga Karang, Kelas Demospongiae, Filum Porifera
 Terletak pada bagian atas

Memili ki permukaan tubuh atau kulit yang berpori
Tidak  memiliki alat gerak karena tidak berpindah tempat
Gerakan flagel akan membangkitkan arus aliran air, yang dapat membuatnya menggapai makanannya
Berbentuk sperti tabung dan bercabang-cabang
4

5.
Keong/Gastropoda/ Molusca
Pada ujung depan tubuh (pada sisi kepala, yakni anterior)
Pada bagian atas kepala
Cangkang keras dan kasar
Satu, yakni menggunakan perutnya untuk bergerak
Memanjang, Simetri Bilateral
10

6.
Kerang(Anadara sp)/ Bilvalivia/Molusca
(Di dalam cangkang)
Di dekat ujung mantel
Cangkang keras dan kasar
Tidak diketahui jumlahnya, namun kakinya keluar jika mau menggali pasir
Pipih seperti kapak
Simetri Bilateral

5

7.
Bintang Ular (Ophiuroidea brevispinum)
Terletak pada sisi bawah  (permuka-an oral)
Tidak mempu-nyai anus (kotoran dimuntahkan melalui mulut)
Kasar, berduri cukup panjang pada lengannya.
Tak terhingga
Mempu-nyai lima lengan seperti ular (Simetri Radial)
1

8.
Landak Laut (Diadema saxatile) / Echinoidea/ Echinodermata
Terletak pada sisi atas (permuka-an oral)
Terletak pada permukaan aboral
Berduri pendek pada seluruh tubuh dan durinya tumpul

Tak terhingga
Bulat/ gepengdengan duri (Simetri Radial)
1




























 
 BAB IV
     PEMBAHASAN

Dalam bab ini kami akan membahas lebih rinci mengenai Filum Porifera,Filum Echinodermata dan Filum Mollusca , karena berdasarkan hasil pengamatan dari kegiatan observasi hanya ketiga  filum itulah yang dapat kami temukan.

A.      Filum Porifera

Diperkirakan terdapat ± 9000 spesies spons, sebagian besar hidup di laut, hanya sekitar 100 spesies yang hidup di air tawar. Spons berukuran 1-2 cm, tubuhnya sederhana, mirip suatu kantung yang berpori atau berlubang (Porifera berarti mengandung pori). Spons tidak memiliki saraf atau otot, tetapi masing-masing sel dapat mengindera dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Pada bagian dalam rongga tengah tubuhnya dilapisi oleh koanosit berflagel. Koanosit ini berperan dalam pencernaan makanan. Gerakan flagel akan membangkitkan arus aliran air, dengan demikian makanan masuk dan koanosit memakannya secara fagositosis. Sebagian besar Porifera bersifat hermafrodit, yang berarti masing-masing individu berfungsi sebagai jantan dan betina dalam reproduksi seksual dengan cara menghasilkan sperma dan sel telur. Pembuahan silang terjadi antara dua spons yang berdekatan. Pembuahan menghasilkan zigot, zigot berkembang menjadi larva berflagel yang kemudian menyebar dari induknya. Jika larva ini menempel pada substrat yang cocok maka akan tumbuh membentuk spons dewasa. Spons memiliki daya regenerasi yang besar. Dengan cara ini spons dapat menggantikan bagian-bagian tubuhnya yang hilang.


 
Beberapa biota laut yang termasuk dalam filum porifera yang ditemukan pada saat observasi .


 






































*      Klasifikasi berdasarkan tipe saluran air

1.    Tipe askonoid (pori/ostium berhubungan langsung ke spongeosol.


                      







2.    Sikonoid (pori / ostium dihubungkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol)


                                                         
3.    Leukonoid (pori / ostium banyak serta bercabang - cabang membentuk rongga – rongga kecil.
                                                                


Filum Porifera, diklasifikasikan ke dalam 3 kelas berdasarkan macam spikula dan tipe saluran air.
Ketiga kelas dimaksud adalah :
1. Kelas Kalkarea, habitat Air laut, tipe saluran air Askon, zat penyusun spikula Kalsium karbonat / kapur, contoh : Klathrina blanca, Sycon gelatinosa
2. Kelas Heksaktinelida, habitat Air laut, tipe saluran air Sikon, zat penyusun spikula Silikat, contoh : Pheronema, Scypha
3.Kelas Demospongia, habitat Air laut, air tawar, tipe saluran air Leukon, zat penyusun spikula Spongin / zat tanduk, contoh : Euspongia, Spongila.

Peranan filum Porifera :
• Sebagai alat pembersih / spons ( Euspongia oficinalis, Euspongia mollisima )
• Sebagai bahan obat-obatan ( Petrosia contegnatta / anti kanker , Cymbacella / anti asma )

Pengertian beberapa istilah :
• Amoebosid                   : sel penghasil matriks pada lapisan tengah tubuh, berfungsi pada pencernaan           
                                             dan   reproduksi
• Skleroblas                     : sel penghasil spikula sebagai rangka tubuh
• Porosit                           : sel berlubang yang di dalamnya terdapat ostia
• Koanosit ( sel leher ) : sel pelapis dinding dalam/spongiosol, berflagel, berfungsi dalam pencernaan   
                                            dan juga reproduksi.
B.      Filum Echinodermata

Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban. Anda jangan khawatir hewan ini tidak ada yang parasit. Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal manusia. Jumlahnya amat banyak, karena musuh hewan ini hanya sedikit.
Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya. Di samping itu hewan ini memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok. Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk bilateral simetri. Sedangkan setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi radial simetri.
Bulu  Babi yang ditemukan pada saat observasi   


 
 

A.
Sistem Tubuh Echinodermata

1.
Sistem Ambulakral

 Bintang laut yang ditemukan pada saat observasi   

Hewan ini memiliki kerangka dalam yang terdiri dari lempeng-lempeng kapur. Lempeng-lempeng kapur ini bersendi satu dengan yang lainnya dan terdapat di dalam kulit. Hewan ini juga umumnya mempunyai duri-duri kecil. Duri-durinya berbentuk tumpul dan pendek.
Kemudian apa yang disebut sistem ambulakral? Sistem ambulakral sebenarnya merupakan sistem saluran air.
Sistem saluran air ini terdiri atas:
a.
Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.
b. Saluran batu
c. Saluran cincin
d. saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.
e. Saluran lateral
f. Ampula
g. Kaki tabung
Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke
Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.
Pernahkan Anda membuka kerang yang masih hidup? Jika Anda pernah melakukannya, hal ini jelas tidak mudah, keras. Tetapi bagi hewan ini seperti jenis binatang laut, membuka mangsa kerang merupakan pekerjaan sehari-hari. Caranya ternyata menggunakan sistem ambulakral tadi. Tubuhnya menindih dari atas, kemudian tubuh kerang yang rapat dan keras itu dikelilingi oleh kaki ambulakral. Dengan ketangkasan dan kekuatannya ini cangkang kerang yang keras itu bisa dibuka dan akhirnya ia bisa memakan dagingnya.


2.
Sistem Reproduksi

Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa




3.
Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.


4.
Sistem Pernafasan dan Ekskresi

Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.


5.
Sistem Pencernaan Makanan

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.



6.
Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.
B.
Klasifikasi Echinodermata

Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holoturoidea. Penjelasan masing-masing kelas dapat Anda ikuti dalam uraian berikut ini!

1.
Asteroidea
 Bintang laut yang ditemukan pada saat observasi   
Asteroidea sering disebut bintang laut. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Hewan ini banyak dijumpai di pantai. Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan. Perhatikan gambar di samping ini.
 Bintang laut yang ditemukan pada saat observasi   
 

Mulut terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral dan anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral). Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral. Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit. Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin.
2.
Echinoidea
                  
Jika Anda jalan-jalan di pantai, hati-hati dengan binatang ini karena tubuhnya dipenuhi duri tajam. Duri ini tersusun dari zat kapur. Duri ini ada yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak. Itulah sebabnya jenis hewan ini sering disebut landak laut. Jenis hewan ini biasanya hidup di sela-sela pasir atau sela-sela bebatuan sekitar pantai atau di dasar laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng.



 Bulu Babi  yang ditemukan pada saat observasi   
                                                     
                               

                                      

Ciri lainnya adalah mulutnya yang terdapat di permukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan. Hewan ini memakan bermacam-macam makanan laut, misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil lainnya. Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera arisoteteles. Sedangkan anus, madreporit dan lubang kelamin terdapat di permukaan atas





3.
Ophiuroidea

Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular. Oleh karena itu hewan jenis ini sering disebut bintang ular laut (Ophiuroidea brevispinum)


 



Coba Anda perhatikan gambar di atas! Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral. Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya. Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam. Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir. Ia sangat aktif di malam hari. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).



4.      Crinoidea
Jika Anda pernah menyelam ke dasar laut, mungkin Anda mengira jenis hewan Crinoidea ini adalah tumbuhan. Memang sekilas hewan ini mirip tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili. Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut (Metacrinus s        
Ciri lainnya mulut dan anus hewan ini terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit. Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan cirri (akar) pada bebatuan di dasar laut. Ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain. Jenis lainnya adalah Antedon tenella, dengan tubuhnya kecil-kecil, bentuk piala disebut calyx (kaliks) tanpa tangkai.


5.
Holoturoidea

Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang. Hewan ini sering ditemukan di tepi pantai. Gerakannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan. Rangkanya direduksi berupa butir-butir kapur di dalam kulit. Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior (aboral). Di sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10 sampai 30 buah. Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung di bagian ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan. Selain itu pernafasan juga menggunakan paru-paru air.
Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur/pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan. Jika Anda mengganggunya biasanya ia mengkerut. Coba perhatikan gambar di bawah ini!

   

Gambar 44. Teripang / mentimun laut (Thyone briareus)
Apakah sampai di sini Anda bisa paham? Jika Anda masih ragu-ragu, coba pelajari sekali lagi! Amati pula gambar dan penjelasannya dengan teliti!Apabila sudah paham, mari kita lanjutkan ke materi selanjutnya!
Untuk lebih memahami jenis hewan Echinodermata ini, sangat disarankan Anda pergi ke pantai yang dangkal tapi airnya jernih dan tidak bergelombang. Bagi yang jauh dari pantai, boleh sambil rekreasi bersama teman-temanmu. Kemudian Anda cari hewan bintang laut, bintang ular laut, teripang dan landak laut. Selanjutnya Anda amati semuanya! Perhatikan bagian mulut, gigi, duri, madreporit dan bagian lainnya seperti pembahasan di atas.




C.
Peran Echinodermata

Bagaimana jadinya jika di laut tidak ada hewan Echinodermata. Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk. Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinodermata. Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.
Hewan Echinodermata juga dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Misalnya mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat kerupuk. Juga telur bulu babi sangat enak untuk dimakan. Jika Anda ingin mencobanya, silahkan! Jenis hewan ini juga sering dijadikan sebagai barang hiasan/koleksi binatang laut yang indah.
Di samping itu Echinodermata juga bisa merugikan, karena hewan laut ini sebagai pemakan tiram/kerang mutiara. Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati.



















C.      Filum Mollusca

A.   Sistem Tubuh Mollusca

Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang.Hewan ini tergolong triploblastik selomata.

1.      Ciri tubuh
Ciri tubuh Mollusca meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.

2.      Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi.Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur.Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cum-cumi raksasa.

3.      Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama :
Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot.Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau menggali.Pada beberapa molluska kakinya ada yang termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.
Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak.Massa viseral merupakan kumpulansebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi.
Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan.Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus.Selain itu, mantel dapat mensekresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca bercangkang.Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang nengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar.Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu.Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula.Radula berfungsi untuk melumat makanan.Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang.Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang.Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru.Organ ekskresinya berupa seoasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.



4.      Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secar heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme.Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat.Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.


5.      Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain.Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur.Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.







B.   Klasifikasi
Mollusca merupakan filum terbesar dari kingdom animalia.Molluska dibedakan menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, yaitu Gastropoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda.




1.      Gastropoda
                                                                    gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya.Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica).Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventrel tubuhnya.Gastropoda bergerak lambat menggunakan kakinya.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek.Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang.Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau.Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
2.      Pelecypoda

Pelecypoda diidentefikasikan sebagai kerang (Anadara sp.), tiram mutiara (Pinctada margaritifera dan Pinctada mertinsis), kerang raksasa (Tridacna sp.), dan kerang hijau (Mytilus viridis).
Pelecypoda yang ditemukan pada saat observasi






Pelecypoda memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak.Kaki Pelecypoda dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur.Pelecypoda ada yang hidup menetap dan membenamkan diri di dasar perairan.Pelecypoda mampu melekat pada bebatuan, cangkang hewan lain, atau perahu karena mensekresikan zat perekat.
Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga disebut juga Bivalvia.Kedua cangkang pada bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat (ligamen) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup cangkang dengan cara mengencangkan dan mengendurkan otot.Cangkang tersusun dari lapisan periostrakum, prismatik, dan nakreas.Pada tiram mutiara, jika di antara mantel dan cangkangnya masuk benda asing seperti pasir, lama-kelamaan akan terbentuk mutiara.Mutiara terbentuk karena benda asing tersebut terbungkus oleh hasil sekresi palisan cangkang nakreas.Pelecypoda tidak memiliki kepala.Mulutnya terdapat pada rongga mantel, dilengkapi dengan labial palpus.
Pelecypoda tidak memiliki rahang atau radula.Maka makanannya berupa hewan kecil seperti protozoa, diatom, dan sejenis lainnya.Insang Pelecypoda berbentuk lembaran sehingga hewan ini disebut juga Lamellibranchiata (dalam bahasa latin, lamella = lembaran, branchia = insang).Lembaran insang dalam rongga mantel menyaring makanan dari air yang masuk kedalam rongga mantel melalui sifon (corong).Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari tiga pasang ganglion yang saling berhubungan.Tiga ganglion tersebut adalah ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion posterior.Reproduksi Pelecypoda terjadi secara seksual.Organ seksual terpisah pada masing-masing individu.Fertilisasi terjadi secara internal maupun eksternal.Pembuahan menghasilkan zigot yang kemudian akan menjadi larva.
3.      Chepalophoda
                                                                 
Cephalopoda (dalam bahasa latin, chepalo = kepala, podos = kaki) merupakan Mollusca yang memiliki kaki di kepala.Anggota Cephalopoda misalnya sotong (Sepia officinalis), cumi-cumi (loligo sp.), dan gurita (Octopus sp.)Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang.Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta.Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya.Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya.Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya.Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak.Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual.Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus).Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur.

C.    Peran mollusca bagi manusia

Ø  Sumber makanan berprotein tinggi, misalnya tiram batu (Aemaea sp.), kerang (Anadara sp.), kerang hijau (Mytilus viridis), Tridacna sp., sotong (Sepia sp.)
cumi-cumi (Loligo sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatina fulica).
Ø  Perhiasan, misalnya tiram mutiara (Pinctada margaritifera)
                                                            
                                                                               BAB V
                                                       PENUTUP

A.    Kesimpulan


1.    Hewan-hewan laut yang umumnya dapat saya dan teman-teman  temukan di pantai Purirano adalah hewan Avertebrata yang berasal dari Filum Porifera, Filum Echinodermata dan Filum Mollusca
2.    Setiap anggota dari filum-filum tersebut memiliki ciri-ciri khusus tersendiri
Misalnya Filum porifera : Umumnya spesies dari filum ini memiliki struktur tubuh yang berpori.Filum Mollusca yang setiap spesiesnya umumnya memiliki cangkang, dan Filum Echinodermata yang setiap spesiesnya kebanyakan memiliki kulit yang berduri
3.    Masing-masing filum tersebut yaitu: Filum Porifera ,Filum Echinodermata dan Filum Mollusca memiliki peranan yang bersifat positif dan juga negatif

B.    Saran
Dengan mempelajari mengenai hewan Avertebrata  beserta filum-filumnya yang dapat ditemukan di dareah laut ataupun di daerah pesisir pantai, anda dapat mengetahui berbagai bentuk ,cirri-ciri, reproduksi dan lain-lain yang berkenaan dengan filum ini. Oleh karena itu jika ada kekurangan maupun sesuatu  yang sekiranya belum jelas bagi anda dari makalah dan ini  anda dapat mencarinya di buku atau di situs-situs mengenai ilmu biologi.











Daftar Pustaka

http://grandmall10.wordpress.com/2010/02/08/echinodermata/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar